Saturday, April 25, 2020

tugas pengantar teknologi farmasi (suspensi)


TUGAS 
PENGANTAR TEKNOLOGI FARMASI I


Kelompok 12
Regita Brillian (1848201025)
Reren Sagita (1848201028)
Rezky Adinda (1848201062)
Rizki Amelia (1848201010)
Rosa Pitriana (1648201088)
Salsabilla (1848201046)

Dosen Pembimbing:

Barmi Hartesi. M.Farm., Apt


PROGRAM STUDI FARMASI
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN HARAPAN IBU
JAMBI
TAHUN AJARAN 2019-2020



          A.    Pengertian
Suspensi adalah sediaan yang mengandung bahan obat padat dalam bentuk halus  yang tidak larut namun terdispersi dalam cairan / vehikulum (Joenoes, 2003). Suspensi juga dapat didefinisikan sebagai preparat yang mengandung partikel obat yang terbagi secara halus dan disebarkan secara merata dalam pembawa dimana obat menunjukkan kelarutan yang sangat minimum (Ansel, 2008). Pada suspensi, zat yang terdispersi harus halus dan tidak boleh cepat mengendap dan jika dikocok perlahan-lahan endapan harus segera terdispersi kembali dan partikel yang ada pada suspensi juga tidak dapat melewati kertas saring dan membran sel (James, Baker, & Swain, 2006). Bahan yang didistribusikan disebut sebagai dispersi atau fase terdispersi dan pembawanya disebut medium dispersi atau fasa pendispersi.
         B.     Kestabilan Suspensi
Kestabilan fisik dari suspensi merupakan keadaan dimana partikel tidak menggumpal dan tetap terdistribusi merata di seluruh sistem dispersi. Karena keadaan yang ideal jarang menjadi kenyataan, maka perlu untuk menambah pernyataan bahwa jika partikel-partikel tersebut mengendap, maka partikel-partikel tersebut harus dengan mudah disupensi kembali dengan sedikit pengocokan saja (Umi Fatmawati, 2018).
Pengendapan itu sendiri  disebabkan adanya tegangan antar permukaan zat padat dengan zat cairnya, bila tegangan permukaan zat padat lebih besar dibandingkan tegangan permukaan zat cairnya maka zat padat tersebut akan mengendap dan sebaliknya bila tegangan permukaan zat padat lebih kecil dibandingkan tegangan permukaan zat cairnya maka partikel zat padat akan terdorong ke atas dan pengendapan tidak akan terjadi. Untuk memperkecil tegangan antar permukaan maka diperlukan zat pensuspensi yang bekerja menurunkan tegangan antar permukaan tersebut. Untuk mendapatkan suspensi yang stabil maka energi bebas antar tegangan permukaan harus diturunkan (Ansel, 2008).
Berikut adalah faktor yang mempengaruhi kestabilan suspensi:
a)    Ukuran partikel
Dimana semakin besar ukuran partikel maka semakin kecil luas penampangnya dan semakin sulit untuk terdispersi.
b)   Kekentalan / Viskositas
Kekentalan dari suspensi tentu saja juga ikut berperngaruh karena semakin kental suatu cairan maka kecepatan alirannya makin turun (kecil). Hal ini sesuai dengan hukum STOKES

Ket :
V = Kecepatan Aliran
d = Diameter Dari Partikel
p = Berat Jenis Dari Partikel
p= Berat Jenis Cairan
g = Gravitasi
ŋ = Viskositas Cairan

c)    Jumlah partikel atau konsentrasi
Semakin banya jumlah partikel yang berada disuatu ruang maka akan menyebabkan partikel tersebut saling bertumburan satu sama lain. Benturan itu akan menyebabkan terbentuknya endapan dari zat tersebut, oleh karena itu makin besar konsentrasi partikel, makin besar kemungkinan terjadinya endapan partikel dalam waktu yang singkat.
d)   Sifat / Muatan Partikel
Ada beberapa efek tidak diinginkan yang akan ditimbulkan jika suatu sediaan suspensi tidak stabil, diantaranya: (Cartensen & Rhodes, 2002)
Ø Hilangnya zat aktif
Ø Konsentras zat aktif meningkat
Ø Bioavailability berubah
Ø Hilannya kseragaman kandungan
Ø Menurunnya status mikrobiologis
Ø Hilangnya elegansi produk dan ‘patient acceptability’
Ø Pembentukan hasil urai yang toksik
C.  Kriteria suspensi
Suspensi yang baik tentu saja harus memenuhi kriteria tertentu dari suspensi yang telah ditetapkan oleh para ahli, diantaranya: (P., 2007)
1)   Pengendapan partikel lambat sehingga takaran pemakaian yang serba sama dapat   dipertahankan dengan pengocokan sediaan
2) Seandainya terjadi pengendapan selama penyimpanan, maka sediaan harus dapat segera terdispersi kembali apabila suspensi dikocok.
3)   Endapan yang terbentuk tidak boleh mengeras pada dasar wadah
4)   Viskositas suspensi tidak boleh terlalu tinggi sehingga sediaan dengan mudah dapat dituang dari wadahnya.
5)   Memberikan warna, rasa dan rupa yang menarik.
D.  Macam-macam suspensi
            Macam-macam suspensi berdasarkan rute pemeriannya:
1)   Suspensi oral
Pemerian suspensi secara oral dapat berupa langsung melalui  mulut atau dapat dilewatkan kelambung.
2)   Suspensi optikal
3)   Suspensi topikal
Pemerian suspensi secara topikal dapat dikategorikan sebagai lotion
4)   Suspensi tetes telinga
5)   Suspensi parenteral
Pemerian suspensi rute parenteral umumnya diberikan secara subkutan atau intra muskular. Bentuk pemerian secara parenteral ini diberikan dengan cara melewati pembuluh darah atau langsung menuju jantung. (Lazuardi, 2019)
E.   Cara pembuatan sediaan
Suspensi dapat dibuat dengan cara :
1.   Metode dispersi
Serbuk yang terbagi halus didispersikan kedalam cairan pembawa (air). Dalam formulasi suspensi yang penting adalah pertikel-pertikel harus terdispersi betul dalam fase cair. Mendispersikan serbuk yang tidak larut dalam air terkadang menjadi sukar karena adanya udara, lemak yang terkontaminasi pada permukaan serbuk. Serbuk dengan sudut kontak 900C disebut hidrofob. Contohnya sulfur, magnesium stearat, dan magnesium karbonat. Untuk menurunkan tegangan antar muka, antara partikel padat dan cairan pembawa digunakan zat pembasah dengan nilai HCB (hidrofil lipofil balance) atau keseimbangan hidrofil lipofil. Nilai HLB 7-9 dan sudut kontak jadi kecil. Udara yang dipindahkan dan partikel akan terbasahi dapat pula menggunakan gliserin, larutan Gom, propilenglikol untuk mendispersi parikel padat. Biasa juga digunakan Gom (pengental).
2.   Metode presipitasi
Metode ini terbagi atas 3 yaitu :
a.     Metode presipitasi dengan bahan organic
Dilakukan dengan cara zat yang tak larut dengan air, dilarutkan dulu dengan pelarut organic yang dapat dicampur air. Pelarut organic yang digunakan adalah etanol, methanol, propilenglikol, dan gliserin. Yang perlu diperhatikan dari metode ini adalah control ukuran partikel yang terjadi bentuk polimorfi atau hidrat dari Kristal.
b.      Metode presipitasi dengan perubahan PH dari media
Dipakai untuk obat yang kelarutannya tergantung pada PH.
c.       Metode presipitasi dengan dekomposisi rangkap/penguraian
Dimana stabilitas fisik yang optimal dan bentuk rupanya yang baik bila suspensi diformulasikan dengan partikel flokulasi dalam pembawa berstruktur atau pensuspensi tipe koloid hidrofi. Bila serbuk telah dibasahi dan didispersikan diusahakan untuk membentuk flokulasi terkontrol agar tidak terjadi sediaan yang kompak yang sulit didispersi kembali. Untuk membentuk flokulasi digunakan elektrolit, surfaktan, dan polimer.
Beberapa faktor penting dalam pembuatan sediaan obat dalam bentuk suspensi adalah:
Ø Derajat kehalusan partikel yang terdispersi
Ø Tidak terbentuk garam kompleks yang tidak dapat diabsorpsi dari saluran pencernaan
Ø Tidak terbentuk kristal / hablur
Ø Derajat viskositas cairan (Joenoes, 2003)
F.  Bahan Suspending Agent
Suspending agent adalah bahan yang digunakan untuk meningkatkan viskositas suspensi dan bersifat hidrokoloid. Ada beberapa suspending agent yang sering digunakan, diantaranya:
a)      Suspending agent alami
·  Mucylago Amily
Merupakan suspending agent dengan formulasi larutan 2% amylum dalam air panas. Jumlah mucylago amyli yang tebentuk merupakan bahan pengental untuk sejumlah sediaan obat dengan ukuran tertentu. Dengan demikian jumlah mucylago amyli yang digunakan sebagai suspensator setelah dilakukan penambahan dengan air adalah sekitar 1-2% dari jumlah obat keseluruhan.
·  Alginic Acid
Merupakan suatu koloidal asam yang didapat dari ganggang laut dan fucus (bladderwarck). Selain sebagai suspending agent, alganic Acid dikenal sebagai emulsifying agent pada
·      Gelatin
Berasal dari hidrolisis derivat kolagen dari kulit, jaringan ikat berwarna putih dan tulang-tulang hewan, mempunyai sifat yang cukup stabil namun tidak dapat larut dalam air dingin dan baru dapat larut pada air panas, asam asetat dan campuran antara glycerin dan air panas
·      Methyl cellulose
Merupakan suatu bubuk berwarna abu keputihan tak larut dalam air panas, eter alkohol dan kloroform tetapi larut dalam asam asetat glasial dan campuran sama banyak antara alkoholdan kloroform.
b)      Suspending agent sintetis
·      Natrium-Carboxy methyl cellulose
Suatu serbuk putih sedikit asam dan sebenarnya substansi penukar kation pada bahan fibrous
·      Tween
Merupakan suatu sediaan serbuk, apabila dicampurkan dengan air maka akan membentuk mucilago kental. semakin tinggi nomor tween maka tingkat pengentalan semakin rendah dan pada umumnya untuk pembuatan sediaan obat hanya sebatas pada penggunaan twen 60 dan tween 80.
·      Span
Bahan  ini akan membentuk koloidal yang mampu mengakibatkan bahan aktif akan terdispersi secara merata.
·      Bentonite
Merupakan serbuk halus tak berbau dan berwarna putih hingga keabu-abuan, tidak larut dalam air atau asam, namun dalam jumlah besar mampu menarik air. (Lazuardi, 2019)
G.  Bentuk suspensi yang diinginkan
-  Partikel-partikel harus mengendap secara perlahan
-  Partikel-partikel yang mengendap harus mudah didispersikan kembali
-  Suatu suspensi yang terflokulasi lebih diinginkan daripada suspensi yang terdeflokulasi.
-  Suatu suspensi tidak boleh terlalu kental untuk mengurangi kecepatan sedimentasi (P., 2007)

Daftar Pustaka
Ansel, H. (2008). Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi. Jakarta : UI press.
Cartensen, J., & Rhodes, C. (2002). Drug Stability and practices; Third edition. New York.
James, J., Baker, C., & Swain, H. (2006). Prinsip-Prinsip Sains Untuk Keperawatan. Jakarta: Erlangga.
Joenoes, N. Z. (2003). ARS PRESCRIBENDI resep yang rasonal. Surabaya: Airlangga University.
Lazuardi, M. (2019). Bagian Khusus Ilmu Farmasi Veteriner. Surabaya: Airlangga Univerisity Press.
P., B. (2007). Manajemen Farmasi Industri. Jakarta: Departemen Kesehatan RI.
Umi Fatmawati, S. S. (2018). Formulasi Suspensi Analgesik-Antipietik Ibuprofen. Journal of Pharmaceutical Care Anwar Medika , 12.


75 comments:

  1. Wah sangat bermanfaat sis, makasih ya

    ReplyDelete
  2. Terima kasih, sangat berguna

    ReplyDelete
  3. Wah bermanfaat banget kak. Makasih ya😁

    ReplyDelete
  4. Terima kasih, bermanfaat sekali

    ReplyDelete
  5. Wahhh bermanfaat sekalii, terimakasih

    ReplyDelete
  6. Terimakasih informasinya, sangat bermanfaat

    ReplyDelete
  7. Terima kasih info nya kakak

    ReplyDelete
  8. Info yang menarik, terima kasih kak

    ReplyDelete
  9. Terimakasih, sangat bermanfaat

    ReplyDelete
  10. Terimakasih informasinya sangat bermanfaat sekali kakak

    ReplyDelete
  11. Terimakasih informasinya sangat bermanfaat sekali kakak

    ReplyDelete
  12. Wah bermanfaat sekali, saya suka nich��

    ReplyDelete
  13. Terimakasih infonya sangat bermanfaat

    ReplyDelete
  14. terima kasih,sangat bermanfaat

    ReplyDelete
  15. Sangat bermanfaat sekali hehe

    ReplyDelete
  16. ������

    ReplyDelete
  17. Info yang menarik sekali dan memberi pengetahuan baru kak👌

    ReplyDelete
  18. Jadi makin ngerti deh makasih kak

    ReplyDelete
  19. sangat bermanfaat sekali info nya. makash ya 👌👌

    ReplyDelete
  20. sangat bermanfaat sekali info nya, makash 👌

    ReplyDelete
  21. Menarik, terima kasih sngat bermanfaat

    ReplyDelete
  22. Sangat bermanfaat sekali, terimakasih infonya

    ReplyDelete
  23. terimakasih sangat bermanfaat sekali info nya,semoga sukses selalu🙏

    ReplyDelete
  24. Inspiratif sekali teman-teman dan adik-adik sekalian. Semoga bermanfaat dan bisa menginspirasi adik-adik kalian nantinya😇🙏👍 sukses untuk kalian semua ya..

    ReplyDelete
  25. Keren semoga ini bermanfaat untuk semuanya 😊

    ReplyDelete
  26. Wahh inspirasi serta bermanfaat dan menarik untuk dibaca serta diketahui terimakasih untuk para penulis hebat🙏

    ReplyDelete
  27. Terima kasih informasinya sangat membantu sekali 😊

    ReplyDelete
  28. Terima kasih, sangat membantu dan menambah wawasan😊

    ReplyDelete
  29. Terimakasih, materinya sangat membantu untuk mengingat kembali materi tentang suspensi di mata kuliah tekfar.

    ReplyDelete
  30. Terimakasih, materinya sangat membantu untuk mengingat kembali materi tentang suspensi di mata kuliah tekfar.

    ReplyDelete
  31. Masyaallah materi yang sangat bermanfaat, terimakasih kakak sangat berguna untuk kami sebagai tambahan materi.👍

    ReplyDelete
  32. Terima kasih informasinya sangat membantu

    ReplyDelete
  33. Terimakasih informasinya sangat bermanfaat

    ReplyDelete
  34. Terimakasih,materi nya sangat bermanfaat dan menambah ilmu pembelajaran bagi yang sudah membaca

    ReplyDelete
  35. Makasih artikelnya, sangat bermanfaat

    ReplyDelete
  36. Terimakasih infonya kak. Sangat bermanfaat

    ReplyDelete
  37. Sangat menambah wawasan:)

    ReplyDelete
  38. Terimakasih infonya, sangat bermanfaat:)

    ReplyDelete
  39. Makasih kak info kak, bisa dijadikan referensi untuk anak farmasi

    ReplyDelete
  40. Terima kasih informasi ilmunya yaa 😇

    ReplyDelete