TUGAS
PENGANTAR TEKNOLOGI
FARMASI I
Regita
Brillian (1848201025)
Reren
Sagita (1848201028)
Rezky
Adinda (1848201062)
Rizki
Amelia (1848201010)
Rosa
Pitriana (1648201088)
Salsabilla (1848201046)
Dosen
Pembimbing:
Barmi
Hartesi. M.Farm., Apt
PROGRAM STUDI FARMASI
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN HARAPAN IBU
JAMBI
TAHUN AJARAN 2019-2020
A.
Pengertian
Suspensi adalah sediaan yang mengandung bahan obat
padat dalam bentuk halus yang tidak
larut namun terdispersi dalam cairan / vehikulum (Joenoes, 2003) . Suspensi juga dapat didefinisikan
sebagai preparat yang mengandung partikel obat yang terbagi secara halus dan disebarkan
secara merata dalam pembawa dimana obat menunjukkan kelarutan yang sangat
minimum (Ansel, 2008) .
Pada suspensi, zat yang terdispersi harus halus dan tidak boleh cepat mengendap
dan jika dikocok perlahan-lahan endapan harus segera terdispersi kembali dan
partikel yang ada pada suspensi juga tidak dapat melewati kertas saring dan
membran sel (James, Baker, & Swain, 2006) . Bahan yang
didistribusikan disebut sebagai dispersi atau fase terdispersi dan pembawanya
disebut medium dispersi atau fasa pendispersi.
B.
Kestabilan
Suspensi
Kestabilan fisik dari suspensi merupakan keadaan
dimana partikel tidak menggumpal dan tetap terdistribusi merata di seluruh
sistem dispersi. Karena keadaan yang ideal jarang menjadi kenyataan, maka perlu
untuk menambah pernyataan bahwa jika partikel-partikel tersebut mengendap, maka
partikel-partikel tersebut harus dengan mudah disupensi kembali dengan sedikit
pengocokan saja (Umi Fatmawati, 2018) .
Pengendapan itu sendiri disebabkan adanya tegangan antar permukaan
zat padat dengan zat cairnya, bila tegangan permukaan zat padat lebih besar
dibandingkan tegangan permukaan zat cairnya maka zat padat tersebut akan
mengendap dan sebaliknya bila tegangan permukaan zat padat lebih kecil
dibandingkan tegangan permukaan zat cairnya maka partikel zat padat akan
terdorong ke atas dan pengendapan tidak akan terjadi. Untuk memperkecil
tegangan antar permukaan maka diperlukan zat pensuspensi yang bekerja
menurunkan tegangan antar permukaan tersebut. Untuk mendapatkan suspensi yang
stabil maka energi bebas antar tegangan permukaan harus diturunkan (Ansel, 2008) .
Berikut
adalah faktor yang mempengaruhi kestabilan suspensi:
a)
Ukuran partikel
Dimana semakin besar ukuran partikel maka semakin
kecil luas penampangnya dan semakin sulit untuk terdispersi.
b)
Kekentalan /
Viskositas
Kekentalan dari suspensi
tentu saja juga ikut berperngaruh karena semakin kental suatu cairan maka kecepatan alirannya makin turun (kecil). Hal ini sesuai dengan hukum STOKES
Ket
:
V = Kecepatan
Aliran
d = Diameter
Dari Partikel
p = Berat Jenis Dari Partikel
p0 = Berat Jenis Cairan
g = Gravitasi
ŋ = Viskositas Cairan
c)
Jumlah partikel
atau konsentrasi
Semakin banya jumlah partikel yang berada disuatu
ruang maka akan menyebabkan partikel tersebut saling bertumburan satu sama
lain. Benturan itu akan menyebabkan terbentuknya endapan dari zat tersebut,
oleh karena itu makin besar konsentrasi partikel, makin besar kemungkinan
terjadinya endapan partikel dalam waktu yang singkat.
d)
Sifat / Muatan Partikel
Ada beberapa efek tidak diinginkan yang akan
ditimbulkan jika suatu sediaan suspensi tidak stabil, diantaranya: (Cartensen & Rhodes, 2002)
Ø Hilangnya zat aktif
Ø Konsentras zat aktif meningkat
Ø Bioavailability berubah
Ø Hilannya kseragaman kandungan
Ø Menurunnya status mikrobiologis
Ø Hilangnya elegansi produk dan ‘patient acceptability’
Ø Pembentukan hasil urai yang toksik
C. Kriteria suspensi
Suspensi
yang baik tentu saja harus memenuhi kriteria tertentu dari suspensi yang telah
ditetapkan oleh para ahli, diantaranya: (P., 2007)
1) Pengendapan partikel lambat sehingga takaran
pemakaian yang serba sama dapat dipertahankan
dengan pengocokan sediaan
2) Seandainya terjadi pengendapan selama penyimpanan,
maka sediaan harus dapat segera terdispersi kembali apabila suspensi dikocok.
3) Endapan yang terbentuk tidak boleh mengeras pada
dasar wadah
4) Viskositas suspensi tidak boleh terlalu tinggi
sehingga sediaan dengan mudah dapat dituang dari wadahnya.
5) Memberikan warna, rasa dan rupa yang menarik.
D. Macam-macam suspensi
Macam-macam suspensi
berdasarkan rute pemeriannya:
1)
Suspensi oral
Pemerian
suspensi secara oral dapat berupa langsung melalui mulut atau dapat dilewatkan kelambung.
2)
Suspensi optikal
3)
Suspensi topikal
Pemerian
suspensi secara topikal dapat dikategorikan sebagai lotion
4)
Suspensi tetes
telinga
5)
Suspensi
parenteral
Pemerian
suspensi rute parenteral umumnya diberikan secara subkutan atau intra muskular.
Bentuk pemerian secara parenteral ini diberikan dengan cara melewati pembuluh
darah atau langsung menuju jantung. (Lazuardi, 2019)
E.
Cara
pembuatan sediaan
Suspensi dapat dibuat dengan cara :
1. Metode dispersi
Serbuk yang terbagi halus
didispersikan kedalam cairan pembawa (air). Dalam formulasi suspensi yang
penting adalah pertikel-pertikel harus terdispersi betul dalam fase cair.
Mendispersikan serbuk yang tidak larut dalam air terkadang menjadi sukar karena
adanya udara, lemak yang terkontaminasi pada permukaan serbuk. Serbuk dengan
sudut kontak 900C disebut hidrofob. Contohnya sulfur, magnesium
stearat, dan magnesium karbonat. Untuk menurunkan tegangan antar muka, antara
partikel padat dan cairan pembawa digunakan zat pembasah dengan nilai HCB
(hidrofil lipofil balance) atau keseimbangan hidrofil lipofil. Nilai HLB 7-9
dan sudut kontak jadi kecil. Udara yang dipindahkan dan partikel akan terbasahi
dapat pula menggunakan gliserin, larutan Gom, propilenglikol untuk mendispersi
parikel padat. Biasa juga digunakan Gom (pengental).
2.
Metode
presipitasi
Metode
ini terbagi atas 3 yaitu :
a.
Metode
presipitasi dengan bahan organic
Dilakukan
dengan cara zat yang tak larut dengan air, dilarutkan dulu dengan pelarut
organic yang dapat dicampur air. Pelarut organic yang digunakan adalah etanol,
methanol, propilenglikol, dan gliserin. Yang perlu diperhatikan dari metode ini
adalah control ukuran partikel yang terjadi bentuk polimorfi atau hidrat dari
Kristal.
b.
Metode
presipitasi dengan perubahan PH dari media
Dipakai
untuk obat yang kelarutannya tergantung pada PH.
c.
Metode
presipitasi dengan dekomposisi rangkap/penguraian
Dimana
stabilitas fisik yang optimal dan bentuk rupanya yang baik bila suspensi
diformulasikan dengan partikel flokulasi dalam pembawa berstruktur atau
pensuspensi tipe koloid hidrofi. Bila serbuk telah dibasahi dan didispersikan
diusahakan untuk membentuk flokulasi terkontrol agar tidak terjadi sediaan yang
kompak yang sulit didispersi kembali. Untuk membentuk flokulasi digunakan
elektrolit, surfaktan, dan polimer.
Beberapa
faktor penting dalam pembuatan sediaan obat dalam bentuk suspensi adalah:
Ø Derajat kehalusan partikel yang
terdispersi
Ø Tidak terbentuk garam kompleks yang
tidak dapat diabsorpsi dari saluran pencernaan
Ø Tidak terbentuk kristal / hablur
Ø Derajat viskositas cairan (Joenoes, 2003)
F. Bahan Suspending Agent
Suspending
agent adalah bahan yang digunakan untuk meningkatkan viskositas suspensi dan
bersifat hidrokoloid. Ada beberapa suspending agent yang sering digunakan,
diantaranya:
a) Suspending agent alami
· Mucylago Amily
Merupakan
suspending agent dengan formulasi larutan 2% amylum dalam air panas. Jumlah
mucylago amyli yang tebentuk merupakan bahan pengental untuk sejumlah sediaan
obat dengan ukuran tertentu. Dengan demikian jumlah mucylago amyli yang
digunakan sebagai suspensator setelah dilakukan penambahan dengan air adalah
sekitar 1-2% dari jumlah obat keseluruhan.
· Alginic Acid
Merupakan
suatu koloidal asam yang didapat dari ganggang laut dan fucus (bladderwarck).
Selain sebagai suspending agent, alganic
Acid dikenal sebagai emulsifying agent pada
· Gelatin
Berasal
dari hidrolisis derivat kolagen dari kulit, jaringan ikat berwarna putih dan
tulang-tulang hewan, mempunyai sifat yang cukup stabil namun tidak dapat larut
dalam air dingin dan baru dapat larut pada air panas, asam asetat dan campuran
antara glycerin dan air panas
· Methyl cellulose
Merupakan
suatu bubuk berwarna abu keputihan tak larut dalam air panas, eter alkohol dan
kloroform tetapi larut dalam asam asetat glasial dan campuran sama banyak
antara alkoholdan kloroform.
b) Suspending agent sintetis
· Natrium-Carboxy methyl cellulose
Suatu
serbuk putih sedikit asam dan sebenarnya substansi penukar kation pada bahan
fibrous
· Tween
Merupakan
suatu sediaan serbuk, apabila dicampurkan dengan air maka akan membentuk
mucilago kental. semakin tinggi nomor tween maka tingkat pengentalan semakin
rendah dan pada umumnya untuk pembuatan sediaan obat hanya sebatas pada penggunaan
twen 60 dan tween 80.
· Span
Bahan
ini akan membentuk koloidal yang mampu mengakibatkan
bahan aktif akan terdispersi secara merata.
· Bentonite
Merupakan
serbuk halus tak berbau dan berwarna putih hingga keabu-abuan, tidak larut
dalam air atau asam, namun dalam jumlah besar mampu menarik air. (Lazuardi,
2019)
G. Bentuk suspensi yang diinginkan
- Partikel-partikel harus mengendap
secara perlahan
- Partikel-partikel yang mengendap
harus mudah didispersikan kembali
- Suatu suspensi yang terflokulasi
lebih diinginkan daripada suspensi yang terdeflokulasi.
- Suatu suspensi tidak boleh terlalu
kental untuk mengurangi kecepatan sedimentasi (P., 2007)
Daftar Pustaka
Ansel, H. (2008). Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi.
Jakarta : UI press.
Cartensen, J., &
Rhodes, C. (2002). Drug Stability and practices; Third edition. New
York.
James, J., Baker, C.,
& Swain, H. (2006). Prinsip-Prinsip Sains Untuk Keperawatan. Jakarta:
Erlangga.
Joenoes, N. Z. (2003). ARS
PRESCRIBENDI resep yang rasonal. Surabaya: Airlangga University.
Lazuardi, M. (2019). Bagian
Khusus Ilmu Farmasi Veteriner. Surabaya: Airlangga Univerisity Press.
P., B. (2007). Manajemen
Farmasi Industri. Jakarta: Departemen Kesehatan RI.
Umi Fatmawati, S. S.
(2018). Formulasi Suspensi Analgesik-Antipietik Ibuprofen. Journal of
Pharmaceutical Care Anwar Medika , 12.


Wah sangat bermanfaat sis, makasih ya
ReplyDeleteTerima kasih, sangat berguna
ReplyDeleteTerimakasih sangat bermanfaat
ReplyDeleteWah bermanfaat banget kak. Makasih ya😁
ReplyDeleteTerima kasih, bermanfaat sekali
ReplyDeleteWahhh bermanfaat sekalii, terimakasih
ReplyDeleteTerimakasih, sangat bermanfaat
ReplyDeleteWaaa bermanfaat😉
ReplyDeleteLo siapa!
DeleteKeren bangettt
ReplyDeleteTerimakasih informasinya, sangat bermanfaat
ReplyDeleteTerimakasih, sangat bermanfaat
ReplyDeleteBermanfaat sekali
ReplyDeleteMakasih ilmu nya kakk
ReplyDeleteGood job 👍👍
ReplyDeleteGood job 👍👍
ReplyDeleteTerima kasih info nya kakak
ReplyDeleteInfo yang menarik, terima kasih kak
ReplyDeleteNice👍
ReplyDeleteTerima kasih info nya
ReplyDeleteTerimakasih, sangat bermanfaat
ReplyDeleteBermanfaat sekali
ReplyDeleteTerimakasih informasinya sangat bermanfaat sekali kakak
ReplyDeleteTerimakasih informasinya sangat bermanfaat sekali kakak
ReplyDeleteWah bermanfaat sekali, saya suka nich��
ReplyDeleteTerimakasih infonya sangat bermanfaat
ReplyDeleteterima kasih,sangat bermanfaat
ReplyDeleteSangat bermanfaat sekali hehe
ReplyDeletenicee
ReplyDeleteSangat membantu
ReplyDeleteTerimakasih ini sangat membantu
ReplyDeleteBagus
ReplyDeleteSangat membantu, trma ksih kak
ReplyDelete��
ReplyDelete������
ReplyDeleteInfo yang menarik sekali dan memberi pengetahuan baru kak👌
ReplyDeleteJadi makin ngerti deh makasih kak
ReplyDeletesangat bermanfaat sekali info nya. makash ya 👌👌
ReplyDeletesangat bermanfaat sekali info nya, makash 👌
ReplyDeleteMakasih, sangat bermanfaat
ReplyDeletetrmksih,sangat brmnfaat
ReplyDeleteMenarik, terima kasih sngat bermanfaat
ReplyDeleteSangat bermanfaat sekali, terimakasih infonya
ReplyDeleteterimakasih sangat bermanfaat sekali info nya,semoga sukses selalu🙏
ReplyDeleteInspiratif sekali teman-teman dan adik-adik sekalian. Semoga bermanfaat dan bisa menginspirasi adik-adik kalian nantinya😇🙏👍 sukses untuk kalian semua ya..
ReplyDeleteAamiin terimakasih, semoga bermanfaat 🙏
DeleteKeren semoga ini bermanfaat untuk semuanya 😊
ReplyDeleteAamiin 🙏
DeleteWahh inspirasi serta bermanfaat dan menarik untuk dibaca serta diketahui terimakasih untuk para penulis hebat🙏
ReplyDeleteTerima kasih informasinya sangat membantu sekali 😊
ReplyDeleteTerima kasih, sangat membantu dan menambah wawasan😊
ReplyDeleteTerimakasih, materinya sangat membantu untuk mengingat kembali materi tentang suspensi di mata kuliah tekfar.
ReplyDeleteTerimakasih, materinya sangat membantu untuk mengingat kembali materi tentang suspensi di mata kuliah tekfar.
ReplyDeleteMasyaallah materi yang sangat bermanfaat, terimakasih kakak sangat berguna untuk kami sebagai tambahan materi.👍
ReplyDeleteTerima kasih informasinya sangat membantu
ReplyDeleteTerimakasih informasinya sangat bermanfaat
ReplyDeleteSangat membantu
ReplyDeleteTerimakasih informasinya 🙏
ReplyDeleteBgus trima ksih informasi ny
ReplyDeleteTerimakasih,materi nya sangat bermanfaat dan menambah ilmu pembelajaran bagi yang sudah membaca
ReplyDeleteMakasih informasinya 🙏🏻
ReplyDeleteMakasih artikelnya, sangat bermanfaat
ReplyDeleteTerimakasih infonya kak. Sangat bermanfaat
ReplyDeleteTerimakasih infonya kak :)
ReplyDeleteSangat menambah wawasan:)
ReplyDeleteTerimakasih infonya, sangat bermanfaat:)
ReplyDeleteTerimakasih materinya👍
ReplyDeleteTerimakasih materinya👍
ReplyDeleteTerimakasih materinya👍
ReplyDeleteMakasih kak info kak, bisa dijadikan referensi untuk anak farmasi
ReplyDeleteMenarik sekali
ReplyDeleteMenarik ya:)
ReplyDeleteTerima kasih informasi ilmunya yaa 😇
ReplyDeleteMakasih minta atas info nya
ReplyDeleteAdmin, semangat!!
ReplyDelete